Petugas melakukan pembersihan ikan sapu-sapu di seluruh Jakarta di sungai kota
Petugas melakukan pembersihan ikan sapu-sapu di seluruh Jakarta di sungai kota
0 0
Read Time:4 Minute, 47 Second

jkt.infoPembersihan ikan sapu-sapu di seluruh Jakarta resmi jadi instruksi baru Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Pramono, yang disampaikan lewat sebuah video singkat. Ia memerintahkan jajaran terkait untuk membersihkan ikan sapu-sapu dari kali, sungai, dan saluran air di seluruh wilayah Jakarta sebagai bagian dari upaya penataan lingkungan dan pengendalian ekosistem perairan kota.

Warga Jakarta yang sering melintas di bantaran kali Ciliwung sampai saluran-saluran kecil di permukiman pasti sudah akrab dengan sosok ikan sapu-sapu yang suka menempel di dasar beton sungai. Kini, ikan yang selama ini dianggap “pembersih kaca akuarium” itu justru disorot sebagai ancaman bagi ekosistem sungai perkotaan dan ikut dibahas dalam rapat-rapat penataan kota.

Kenapa Ikan Sapu-sapu Dibersihkan dari Sungai Jakarta?

Instruksi pembersihan ikan sapu-sapu di seluruh Jakarta bukan muncul tiba-tiba. Ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus dan kerabatnya) termasuk jenis ikan invasif yang bukan asli perairan kota-kota di Indonesia. Di alam liar, ikan ini dikenal tahan banting, bisa hidup di air keruh dengan kadar oksigen rendah, dan seringkali menguasai habitat sungai hingga menggeser ikan lokal.

Di Jakarta, ikan sapu-sapu mudah ditemui di berbagai ruas sungai seperti Ciliwung, Sunter, Krukut, Pesanggrahan, hingga kanal-kanal di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Dengan populasinya yang meledak dan kemampuan bertahan hidup yang tinggi, ikan ini dikhawatirkan mempercepat turunnya keanekaragaman hayati ikan lokal yang selama ini masih bertahan di sungai ibu kota.

“Instruksi pembersihan ikan sapu-sapu menjadi bagian dari penataan ekosistem sungai Jakarta, bukan sekadar urusan estetika, tapi juga kesehatan perairan kota,” demikian garis besar pesan yang disampaikan dalam video instruksi Pramono kepada jajarannya.

Secara perilaku, ikan sapu-sapu memang pemakan alga dan sisa organik, tapi di alam bebas jumlahnya yang terlalu banyak dapat mendominasi ruang hidup dan sumber makanan ikan lain. Kondisi sungai Jakarta yang dangkal, penuh sedimen, dan banyak sampah organik membuat ikan ini punya “surga” baru di tengah kota.

Baca Juga: Update Program Normalisasi Sungai Jakarta

Bagaimana Mekanisme Pembersihan Ikan Sapu-sapu?

Instruksi pembersihan ikan sapu-sapu di seluruh Jakarta ini diarahkan ke berbagai perangkat daerah, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sumber Daya Air, hingga para petugas lapangan di wilayah. Pola kerjanya diproyeksikan mirip dengan operasi pembersihan sampah sungai, tapi dengan fokus tambahan pada pengendalian biota invasif.

Secara teknis di lapangan, beberapa metode yang kemungkinan digunakan antara lain:

  • Penangkapan manual dan jaring di titik-titik sungai yang debit airnya relatif tenang.
  • Kolaborasi dengan komunitas mancing dan kelompok pecinta lingkungan untuk menjaring ikan sapu-sapu secara berkala.
  • Pemetaan titik populasi tinggi di kawasan padat seperti Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan bantaran sungai di Jakarta Selatan.

Selain itu, Pemprov juga berpotensi menggandeng kampus dan lembaga riset untuk mempelajari dampak jangka panjang ikan sapu-sapu terhadap kualitas ekosistem sungai Jakarta, serta opsi pengelolaan hasil tangkapan, misalnya untuk penelitian, pakan tertentu, atau pengolahan lain yang aman.

Dampak ke Warga: Dari Banjir sampai Kualitas Lingkungan

Buat Sobat jkt.info yang tiap musim hujan was-was kalau sungai meluap, kebijakan ini punya konteks lebih besar: penataan sungai untuk mendukung pengendalian banjir dan peningkatan kualitas lingkungan. Walau ikan sapu-sapu bukan penyebab utama banjir, ekosistem sungai yang tidak seimbang bisa mempengaruhi proses sedimentasi, kualitas air, dan rantai makanan di perairan.

Dengan sungai yang lebih sehat, harapannya:

  • Upaya normalisasi dan naturalisasi sungai berjalan lebih efektif karena ekosistem pendukungnya tidak didominasi satu jenis ikan invasif.
  • Kualitas air sungai bisa lebih mudah dipantau dan ditingkatkan, seiring pengurangan polutan dan perbaikan tata kelola sampah.
  • Potensi ruang publik tepi sungai (riverfront) ke depan bisa dimanfaatkan lebih nyaman, baik untuk jalur sepeda, jogging track, maupun ruang komunal.

Bagi warga yang tinggal di bantaran kali, kehadiran petugas yang melakukan pembersihan ikan sapu-sapu akan berbarengan dengan kegiatan rutin lainnya seperti pengerukan lumpur, pengangkatan sampah, dan pembersihan saluran.

Baca Juga: Jadwal dan Rute Operasi Pembersihan Sungai Jakarta

Peran Warga: Apa yang Bisa Dilakukan Anak Jakarta?

Commuters dan Anak Jakarta yang peduli soal lingkungan punya peran penting dalam mensukseskan instruksi pembersihan ikan sapu-sapu di seluruh Jakarta. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

  • Tidak melepas ikan peliharaan ke sungai, termasuk ikan sapu-sapu dari akuarium rumah atau kantor. Kebiasaan ini jadi salah satu penyebab awal menyebarnya ikan invasif.
  • Mengurangi buang sampah ke kali/sungai, baik sampah rumah tangga maupun puing bangunan. Sungai yang kotor jadi media hidup yang cocok untuk spesies tertentu dan memperparah ketidakseimbangan ekosistem.
  • Ikut kegiatan bersih sungai yang sering digelar komunitas dan perangkat kelurahan/RT/RW, terutama di akhir pekan.
  • Melapor jika ada pelepasan massal ikan invasif ke sungai atau waduk melalui kanal pengaduan resmi Pemprov DKI Jakarta.

Menjaga sungai Jakarta bukan cuma urusan Pemprov, tapi juga gaya hidup baru Anak Jakarta yang ingin tinggal di kota yang lebih sehat dan layak ditinggali.

Informasi Terkait

Instruksi pembersihan ikan sapu-sapu ini sejalan dengan berbagai program revitalisasi sungai dan saluran air di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari pengerukan berkala, penataan bantaran kali, hingga rencana pengembangan kawasan hijau tepi sungai.

Untuk Warga Jakarta yang ingin tahu apakah lingkungan tempat tinggalnya akan terdampak program ini, pantau terus informasi resmi dari Pemprov DKI, kelurahan, dan kecamatan setempat. Pembersihan ikan sapu-sapu biasanya akan diumumkan jika melibatkan penutupan sementara akses tertentu di bantaran sungai atau jika ada aktivitas alat berat.

Ke depan, Jakarta yang sedang bertransformasi menuju kota global membutuhkan sungai-sungai yang lebih bersih dan sehat. Kebijakan spesifik seperti pembersihan ikan sapu-sapu di seluruh Jakarta mungkin terasa kecil, tapi menjadi bagian dari puzzle besar penataan ruang kota: dari pengendalian banjir, pengurangan polusi, sampai pembentukan ruang publik baru di tepi air.

Bagi Sobat jkt.info, langkah paling praktis saat ini adalah: pahami kenapa ikan sapu-sapu dikendalikan, dukung petugas di lapangan, dan jaga sungai di sekitar rumah atau tempat kerja dari sampah dan pembuangan sembarangan. Jakarta yang lebih rapi dan nyaman dimulai dari aliran sungai yang lebih bersih.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan