Suasana INACRAFT 2026 di Jakarta menampilkan UMKM binaan Pertamina tembus pasar premium
Suasana INACRAFT 2026 di Jakarta menampilkan UMKM binaan Pertamina tembus pasar premium
0 0
Read Time:5 Minute, 22 Second

jkt.infoUMKM binaan Pertamina tembus pasar premium INACRAFT jadi kabar menggembirakan bagi pelaku usaha kecil dan menengah, setelah produk kerajinan dari Kampung Baru, Solo, resmi dipamerkan di ajang INACRAFT 2026 yang digelar di Jakarta dan berhasil menarik minat pembeli kelas premium dari dalam dan luar negeri.

Warga Jakarta yang mampir ke pameran kerajinan terbesar di Indonesia itu bisa langsung melihat bagaimana produk UMKM dari kampung-kampung di daerah, salah satunya Kampung Baru Solo, naik kelas dan bersaing di panggung urban yang prestisius seperti Jakarta Convention Center (JCC) dan venue pendukung lainnya di ibu kota.

UMKM Kampung Baru Solo Masuk Panggung Besar Jakarta

INACRAFT 2026 yang rutin digelar di Jakarta ini kembali jadi etalase utama bagi produk kriya Nusantara. Tahun ini, sorotan mengarah ke deretan booth UMKM binaan Pertamina yang menampilkan produk fesyen, kerajinan kayu, batik, hingga aksesori rumah dengan sentuhan desain modern. Di antara yang paling mencuri perhatian adalah produk dari Kampung Baru, Solo, yang tampil rapi dan berkelas di tengah gemerlap pameran.

Di tengah lalu-lalang pengunjung—dari ibu-ibu urban Senayan, pekerja kantoran Sudirman, sampai wisatawan mancanegara yang mampir ke Jakarta—produk UMKM ini berhasil menempati rak-rak “premium corner” yang biasanya diisi brand kerajinan mapan dan berharga tinggi.

Pertamina sebagai perusahaan energi pelat merah hadir lewat program pembinaan UMKM yang tak hanya menyentuh pendanaan, tapi juga pendampingan desain, pengemasan, branding, hingga pelatihan digital marketing, sehingga produk yang awalnya dijual di kampung atau pasar lokal kini percaya diri tampil di pasar premium Jakarta.

Baca Juga: Update Agenda Pameran dan Event Besar di Jakarta

Dari Gang Sempit ke Hall Premium INACRAFT 2026

Anak Jakarta yang sering ke Solo mungkin familiar dengan Kampung Baru sebagai kawasan padat dengan gang-gang kecil dan rumah-rumah rapat. Dari lingkungan seperti inilah lahir produk UMKM yang kini mejeng di hall berpendingin udara dengan lampu sorot mewah di Jakarta.

Lewat kurasi ketat penyelenggara INACRAFT dan dukungan Pertamina, pelaku UMKM di Kampung Baru didorong untuk meningkatkan kualitas bahan, kerapian karya, serta kekuatan cerita di balik produk. Cerita lokal inilah yang kemudian disusun ulang menjadi narasi yang bisa “ngobrol” dengan selera konsumen urban Jakarta dan buyer internasional.

Karena digelar di Jakarta, para pelaku UMKM juga “dipaksa” beradaptasi dengan ritme kota: jam buka pameran yang panjang, standar pelayanan yang lebih tinggi, hingga kebutuhan bisa menjelaskan produk dalam bahasa Indonesia yang baik dan, kalau perlu, bahasa Inggris dasar untuk melayani tamu dari luar negeri.

UMKM Kampung Baru Solo yang biasanya menjual produk ke tetangga dan pasar lokal, kini melayani pembeli dari kawasan Sudirman, Kelapa Gading, hingga buyer mancanegara yang datang khusus ke Jakarta untuk berburu kerajinan berkualitas.

Pasar Premium: Apa Artinya Bagi UMKM Daerah?

Buat Sobat jkt.info, “pasar premium” di konteks INACRAFT bukan sekadar label mahal-mahalan. Pasar ini bicara tentang standar kualitas dan segmentasi konsumen: mereka yang mencari produk dengan desain matang, material berkualitas, cerita kuat, dan siap membayar lebih untuk semua itu.

Bagi UMKM binaan Pertamina dari Kampung Baru Solo, tembus ke segmen ini berarti beberapa hal penting:

  • Harga naik, tapi tetap rasional: Produk yang dulunya dijual ratusan ribu di kampung, kini bisa tembus ke kisaran harga yang lebih tinggi karena kemasan dan penempatannya di area premium.
  • Akses ke jejaring baru: Mereka bertemu buyer dari butik-butik di Jakarta, marketplace kurasi, sampai distributor untuk hotel dan kafe.
  • Standar produksi meningkat: Agar bisa konsisten memenuhi pesanan setelah pameran, pelaku UMKM harus berbenah di sisi produksi dan manajemen.

Bagi Jakarta sendiri, kehadiran UMKM daerah di pameran seperti INACRAFT menguatkan posisi kota ini sebagai hub ekonomi kreatif nasional: pusat pertemuan antara produsen daerah dan konsumen urban yang daya belinya tinggi.

Peran Pertamina Menghubungkan Kampung ke Kota

Commuters dan pekerja kantoran di Jakarta mungkin lebih kenal Pertamina dari SPBU dan urusan energi. Tapi lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BUMN ini juga aktif mengawal UMKM naik kelas.

Dalam konteks INACRAFT 2026, Pertamina berperan sebagai jembatan: memilih UMKM binaan potensial dari berbagai daerah, termasuk Kampung Baru Solo, lalu memfasilitasi proses dari pra-produksi sampai pameran di Jakarta. Proses itu biasanya meliputi:

  • Pelatihan desain dan tren pasar urban, agar produk bisa masuk selera warga kota besar.
  • Peningkatan kualitas kemasan agar layak taruh di rak-rak toko premium Jakarta.
  • Pendampingan administratif, dari perizinan sampai penyiapan katalog dan materi promosi.

Bagi banyak pelaku UMKM, ini adalah pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki di pameran berskala nasional di jantung ibu kota, berinteraksi langsung dengan konsumen yang datang dari berbagai kawasan Jabodetabek.

Baca Juga: Dampak Ekonomi Kreatif terhadap Lapangan Kerja di Jakarta

Nuansa Urban INACRAFT: Dari Senayan ke Seluruh Jabodetabek

Buat Anak Jakarta yang lagi cari ide weekend well-spent, INACRAFT 2026 bukan cuma soal belanja kerajinan. Di dalamnya ada pameran gaya hidup urban yang nyatu dengan budaya lokal: lampu-lampu hangat oranye khas hall pameran, dekor booth yang estetik buat foto, sampai penjual kopi kekinian yang melayani pengunjung yang keliling dari satu stan ke stan lain.

UMKM Kampung Baru Solo yang tampil di sini otomatis ikut “terangkat” oleh suasana itu. Produk mereka berdampingan dengan brand-brand lain yang sudah akrab di telinga warga Jakarta. Dengan pembeli yang datang dari berbagai area—dari Bogor yang sengaja naik KRL, Depok dan Bekasi yang berangkat pagi, sampai Tangerang yang lanjut dari bandara—pasarnya jadi jauh lebih luas dibandingkan hari-hari biasa di kampung.

Bagi pelaku UMKM, setiap kartu nama yang ditinggalkan pengunjung bisa berarti potensi kolaborasi baru: pengisian merchandise kantor di Sudirman, souvenir untuk event di Senayan, hingga kerja sama pasokan rutin ke toko oleh-oleh di bandara atau mal besar Jakarta.

Informasi Terkait: Tips Buat Warga Jakarta yang Mau Berkunjung

Untuk Sobat jkt.info yang tertarik melihat langsung UMKM binaan Pertamina dari Kampung Baru Solo dan daerah lain di INACRAFT 2026, ini beberapa tips praktis:

  • Datang di jam sepi: Biasanya lebih lengang di jam buka pagi hari di hari kerja. Sabtu–Minggu cenderung padat.
  • Gunakan transportasi publik: Manfaatkan MRT, Transjakarta, atau KRL lalu lanjut dengan feeder bus, agar tidak terjebak macet dan repot parkir.
  • Siapkan pembayaran digital: Banyak UMKM sudah menerima QRIS, memudahkan transaksi tanpa uang tunai.
  • Tanyakan cerita produk: Jangan ragu ngobrol dengan pelaku UMKM. Cerita di balik produk sering kali bikin pengalaman belanja makin berkesan.

Warga Jakarta yang mendukung UMKM dengan membeli produk mereka di event seperti INACRAFT ikut berperan memperkuat rantai ekonomi dari kampung ke kota. Dari gang-gang sempit di Kampung Baru Solo, karya tangan pelaku usaha kecil kini punya rumah baru di rak-rak premium Jakarta. Dan kota ini, sekali lagi, menunjukkan dirinya sebagai panggung besar di mana energi, kreativitas, dan solidaritas ekonomi bertemu.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan