Suasana Wisuda ke-139 UIN Jakarta dengan para wisudawan di area kampus
Suasana Wisuda ke-139 UIN Jakarta dengan para wisudawan di area kampus
0 0
Read Time:5 Minute, 10 Second

jkt.infoWisuda ke-139 UIN Jakarta resmi digelar di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tangerang Selatan, dengan pesan utama dari rektor: para lulusan diminta tidak sekadar mengejar gelar dan jabatan, tetapi menjadi Man of Value yang membawa manfaat nyata di tengah kerasnya persaingan hidup di kawasan urban seperti Jakarta dan sekitarnya.

Upacara wisuda ini menjadi momen penting bagi ribuan lulusan dari berbagai fakultas, yang siap turun ke dunia kerja dan pengabdian masyarakat di Jabodetabek. Di tengah tantangan ekonomi, persaingan kerja yang ketat, dan dinamika kota besar, UIN Jakarta menegaskan bahwa integritas, karakter, dan nilai kebermanfaatan harus jadi kompas utama.

Pesan Rektor UIN Jakarta: Jadi Man of Value, Bukan Sekadar Man of Title

Dalam sambutannya, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (sebagaimana diberitakan laman resmi kampus) menekankan bahwa Jakarta dan sekitarnya bukan hanya pusat kesempatan, tapi juga pusat ujian nilai diri. Gelar sarjana, magister, hingga doktor disebut penting, namun tidak cukup jika tidak diiringi nilai dan kontribusi nyata di masyarakat.

Di hadapan para wisudawan dan keluarga yang memadati gedung acara, rektor menyoroti perbedaan antara Man of Success dan Man of Value. Di kota seperti Jakarta, banyak orang berlomba-lomba mengejar kesuksesan materi dan status. Namun, UIN Jakarta mendorong lulusan untuk melampaui itu: menjadi pribadi yang menjunjung kejujuran, empati sosial, dan kepedulian pada masalah kota seperti kemacetan, kesenjangan, dan isu keberagaman.

Rektor menegaskan, di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang serba cepat, menjadi Man of Value berarti berani menempatkan etika, kejujuran, dan kemaslahatan publik di atas ego pribadi.

Pesan ini sejalan dengan identitas UIN Jakarta yang berada di simpul pergerakan urban – dekat pusat bisnis Jakarta, kawasan pemukiman padat, sekaligus menjadi rujukan pendidikan tinggi keagamaan di tingkat nasional.

Nuansa Urban Wisuda ke-139 UIN Jakarta

Wisuda ke-139 UIN Jakarta kali ini terasa sangat “anak Jakarta”. Sejak pagi, arus kendaraan dari arah Jakarta Selatan, Ciputat, hingga Pondok Cabe sudah memadati sekitar kampus. Banyak wisudawan yang berangkat dari kos di Jakarta, Depok, atau Bekasi, membawa toga di tangan, sambil berpacu dengan waktu dan kemacetan khas akhir pekan Jabodetabek.

Untuk Sobat jkt.info yang sering lalu-lalang di kawasan Ciputat, suasana wisuda mudah dikenali: deretan papan bunga ucapan selamat yang mengular di tepi jalan, spot foto dadakan dengan gedung kampus sebagai latar, dan rombongan keluarga membawa buket bunga hingga boneka wisuda. Di era media sosial, momen kelulusan juga berpindah ke layar: Instagram, TikTok, dan WhatsApp Story penuh dengan unggahan wisuda, tag lokasi UIN Jakarta, dan caption haru bercampur lega.

Meski berlokasi administratif di Tangerang Selatan, UIN Jakarta secara fungsional sangat erat dengan ekosistem pendidikan Jakarta. Banyak alumni yang nantinya akan berkarier di pusat-pusat kerja kota: perkantoran Sudirman-Thamrin, kawasan perbankan Kuningan, peradilan, kementerian, media, hingga startup di bilangan SCBD dan TB Simatupang.

Baca Juga: Update Lalu Lintas Jakarta dan Sekitarnya Saat Akhir Pekan Wisuda

Lulusan UIN Jakarta dan Tantangan Karier di Jabodetabek

Bagi para wisudawan, pintu keluar gedung wisuda adalah pintu masuk ke realitas dunia kerja Jabodetabek. Rektor mengingatkan bahwa kompetisi kerja di kota-kota penyangga Jakarta sangat ketat, sehingga lulusan perlu menggabungkan tiga hal: kompetensi akademik, karakter yang kuat, dan kemampuan adaptasi digital.

Sektor yang jadi incaran lulusan UIN Jakarta cukup beragam: pendidikan, perbankan syariah, lembaga keuangan, startup teknologi, media, lembaga sosial, hingga birokrasi. Dengan tren kerja hybrid dan remote, banyak lulusan juga memanfaatkan peluang kerja lintas kota bahkan lintas negara dari basis hunian di Jakarta dan sekitarnya.

Namun, rektor mengingatkan bahwa apa pun karier yang diambil, identitas sebagai lulusan perguruan tinggi keagamaan menuntut tanggung jawab moral lebih. Di tengah berita soal korupsi, pelanggaran etika, serta polarisasi sosial yang sering muncul di ruang publik Jakarta, lulusan UIN Jakarta diharapkan bisa jadi penyejuk dan penengah.

Di kantor, di komunitas, maupun di dunia digital, wisudawan UIN Jakarta diminta menjadi figur yang bisa dipercaya – membawa nilai kejujuran, toleransi, dan kepedulian sosial, bukan hanya kecakapan teknis.

Jakarta, Ruang Pengabdian para Wisudawan

Jakarta dan kawasan penyangga seperti Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Bogor masih bergulat dengan isu klasik: kemacetan, banjir, ketimpangan, akses pendidikan, hingga masalah kesehatan mental anak muda. Dalam pidatonya, rektor mengarahkan agar ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak berhenti di meja kantor, tapi mengalir ke ruang-ruang pengabdian sosial.

Para lulusan didorong terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari mengajar di sekolah-sekolah pinggiran kota, menginisiasi gerakan literasi di lingkungan rumah susun dan kampung padat penduduk, hingga aktif di komunitas kreatif dan kewirausahaan sosial yang banyak tumbuh di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Bekasi.

Bagi Anak Jakarta yang terbiasa hidup di tengah hiruk-pikuk kota, menjadi Man of Value bisa dimulai dari hal-hal kecil: mengelola sampah dengan benar, terlibat dalam forum warga, aktif di masjid lingkungan, atau membantu adik-adik sekitar rumah yang butuh bimbingan belajar. Rektor menekankan, nilai kebermanfaatan tidak selalu tentang program besar; kadang bermula dari kebiasaan baik yang konsisten.

Baca Juga: Program Beasiswa dan Peluang Studi Lanjut di Jakarta

Tips untuk Wisudawan: Bangun Karier dan Nilai Diri di Kota Besar

Buat Sobat jkt.info yang baru lulus atau sebentar lagi wisuda, berikut beberapa poin praktis yang sejalan dengan pesan Wisuda ke-139 UIN Jakarta tentang menjadi Man of Value di Jakarta:

  • Perkuat jejaring sehat: Bangun koneksi dengan dosen, senior, dan komunitas profesional di Jakarta. Networking boleh, tapi hindari budaya kulisi tanpa kompetensi.
  • Rawat integritas: Di kota dengan banyak peluang sekaligus godaan, tolak praktik-praktik curang, gratifikasi, atau manipulasi data – sekecil apa pun.
  • Update skill digital: Dunia kerja urban makin digital. Ikuti kursus singkat, webinar, atau sertifikasi yang relevan dengan bidangmu.
  • Aktif di komunitas: Bergabung dengan komunitas literasi, lingkungan, kreativitas, atau ekonomi syariah yang banyak beraksi di sudut-sudut Jakarta.
  • Seimbangkan kerja dan nilai hidup: Kejar karier, tapi jangan lupakan kesehatan mental, ibadah, dan relasi sosial. Jakarta bisa menguras energi jika kita tidak punya kompas nilai yang kuat.

Penegasan rektor UIN Jakarta dalam Wisuda ke-139 ini menjadi pengingat buat kita semua: di tengah gedung-gedung tinggi, jalan layang baru, dan ritme kerja yang tak pernah berhenti di Jakarta, nilai diri dan nilai manfaat buat sekitar tetap harus jadi prioritas.

Bagi Commuters dan Anak Jakarta yang sering melintas di sekitar kampus UIN Jakarta, setiap kali melihat lautan toga di momen wisuda berikutnya, ingat bahwa mereka bukan hanya calon pencari kerja baru – tapi calon Man of Value yang harapannya bisa bikin wajah Jakarta dan Jabodetabek sedikit lebih manusiawi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %