jkt.info – Lisa BLACKPINK syuting di Kota Tua Jakarta jadi perbincangan hangat warga Jakarta setelah beredar video proses pengambilan gambar di kawasan wisata sejarah tersebut. Syuting yang disebut-sebut untuk proyek film ini berlangsung di area ikon seperti Museum Fatahillah dan sekitarnya, menyita perhatian pengunjung hingga pejabat, termasuk komentar dari Pramono yang menyoroti potensi promosi Jakarta ke dunia internasional.
Buat Sobat jkt.info yang sering main ke Kota Tua, suasana beberapa hari terakhir terasa beda. Bukan cuma wisatawan dan komunitas sepeda ontel, tapi juga tim produksi berskala internasional yang diduga tengah menggarap film dengan melibatkan Lisa, member girl group global BLACKPINK. Video pendek yang beredar di media sosial menunjukkan aktivitas kru film, peralatan syuting profesional, serta pengamanan area tertentu di sekitar lokasi.
Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua Jakarta, Viral di Medsos
Momen Lisa BLACKPINK syuting di Kota Tua Jakarta pertama kali mencuat dari unggahan warganet yang merekam suasana di sekitar lapangan Kota Tua. Dalam video itu tampak kerumunan kecil, lighting besar, serta beberapa sudut jalan yang ditutup sementara oleh kru produksi. Meski wajah sang artis tidak selalu terlihat jelas di semua video, narasi yang mengiringi unggahan menyebut nama Lisa BLACKPINK dan langsung memantik hype.
Kawasan Kota Tua yang biasanya dipenuhi wisatawan lokal dan mancanegara mendadak terasa seperti “set film internasional”. Beberapa pedagang kaki lima dan pengunjung mengaku kaget sekaligus bangga, karena lokasi yang biasa mereka datangi untuk hunting foto atau nongkrong sore kini dipakai syuting artis kelas dunia.
Baca Juga: Update Event dan Konser Musik Terbaru di Jakarta
Di sisi lain, kehadiran produksi film ini juga membuat arus pergerakan di beberapa titik sedikit tersendat. Beberapa ruas di sekitar pelataran Kota Tua dan gang kecil yang mengarah ke bangunan-bangunan bersejarah tampak dibatasi oleh barikade sementara. Namun, akses utama untuk wisatawan tetap dibuka dengan pengaturan tertentu dari petugas keamanan.
Komentar Pramono: Antara Kebanggaan dan Pengaturan Teknis
Nama Pramono muncul dalam pemberitaan setelah ia diminta tanggapan terkait aktivitas syuting ini. Meski detail ucapannya tidak dipublikasikan secara lengkap dalam data awal, secara umum respons yang muncul bernuansa positif: bahwa penggunaan Kota Tua sebagai lokasi film internasional bisa jadi peluang promosi pariwisata Jakarta.
Dalam konteks Jakarta sebagai kota megapolitan yang sedang berbenah, komentar pejabat seperti Pramono biasanya menekankan dua hal: pentingnya menjadikan Jakarta sebagai etalase budaya dan sejarah, sekaligus menjaga keteraturan aktivitas warga harian yang menggunakan ruang kota tersebut.
“Kalau ada produksi film internasional yang menampilkan Kota Tua, itu bentuk promosi gratis untuk Jakarta, sepanjang semua izin dipenuhi dan aktivitas warga tetap diperhatikan,” demikian garis besar respons yang banyak diharapkan warga dari pejabat seperti Pramono.
Warga Jakarta yang tiap hari berjibaku dengan macet dan jadwal padat tentu butuh kepastian: jangan sampai syuting artis internasional justru bikin akses publik tertutup total atau mengganggu transportasi umum. Sampai saat ini, berdasarkan pantauan di lapangan, pengaturan dilakukan cukup ketat namun masih memberi ruang bagi pengunjung untuk beraktivitas.
Kota Tua Jakarta, Lokasi Syuting Favorit Bernuansa Urban Heritage
Bagi Anak Jakarta, Kota Tua bukan nama baru di peta tempat nongkrong dan wisata foto. Deretan bangunan tua bergaya kolonial, lampu jalanan kekuningan saat senja, serta aktivitas komunitas kreatif bikin kawasan ini sering dipilih sebagai lokasi syuting video klip, iklan, sampai film lokal. Kehadiran nama besar seperti Lisa BLACKPINK menambah satu bab baru dalam perjalanan kawasan ini sebagai “etalase visual” Jakarta.
Kota Tua punya kombinasi estetika yang jarang ditemukan di kota lain: perpaduan arsitektur lawas dengan vibe urban, street performance, komunitas sepeda ontel, hingga kafe-kafe baru yang menempati bangunan tua. Buat produksi film internasional, paket seperti ini sangat menarik karena bisa menampilkan sisi lain Jakarta yang bukan cuma gedung tinggi Sudirman-Thamrin.
Baca Juga: Panduan Wisata Malam Kota Tua dan Sekitarnya
Tak heran, saat video syuting ini beredar, banyak komentar warganet yang bilang, “Wah, akhirnya Kota Tua naik kelas jadi background film artis dunia.” Ada juga yang bercanda, ngebayangin diri mereka sedang nongkrong di pinggir lapangan, lalu tanpa sengaja ikut nyangkut di background film.
Dampak ke Warga dan Pelaku Usaha di Sekitar Lokasi
Buat pelaku usaha di sekitar Kota Tua, mulai dari pedagang minuman, penyewa sepeda, hingga pengelola kafe, aktivitas syuting seperti ini bisa punya dua sisi. Di satu sisi, ada potensi pembatasan akses sementara yang mungkin mengurangi jumlah pengunjung di jam-jam tertentu. Di sisi lain, eksposur media dan viralitas di media sosial bisa meningkatkan minat orang untuk datang ke sana beberapa waktu ke depan.
Beberapa pelaku usaha biasanya melihat momen seperti ini sebagai investasi jangka menengah: hari ini mungkin agak repot karena akses diatur, tapi ke depan, kalau filmnya rilis dan menampilkan Kota Tua dengan cantik, bisa jadi lebih banyak wisatawan yang berdatangan. Khususnya fans internasional yang ingin “Lisa tour” alias mengunjungi spot-spot yang muncul di film.
Bagi Commuters yang kebetulan melintasi area ini, penting untuk memperhatikan informasi penutupan jalan kecil atau perubahan arus lalu lintas mikro di sekitar Kota Tua. Walaupun tidak sebesar pengalihan jalur saat car free day atau event besar, tetap saja bisa bikin sedikit tersesat kalau tidak memperhatikan rambu dan arahan petugas.
Jakarta di Mata Dunia Lewat Lensa Kamera
Fenomena Lisa BLACKPINK syuting di Kota Tua Jakarta juga menunjukkan satu hal: Jakarta makin sering masuk radar produksi internasional. Sebelumnya, beberapa film dan serial internasional sudah menggunakan Jakarta sebagai latar, meski tidak selalu menampilkan ikon-ikon sejarah. Kali ini, Kota Tua yang kaya nilai heritage ikut naik ke panggung.
Dalam strategi promosi kota modern, visual punya peran besar. Sekali Kota Tua tampil apik di layar, dengan lampu jalan kekuningan, langit senja bergradasi jingga, dan bangunan bersejarah yang dirawat, persepsi penonton global tentang Jakarta bisa berubah: dari kota yang identik dengan macet, menjadi kota yang kaya karakter dan cerita.
Ini juga jadi PR bersama: pemerintah, pelaku usaha, dan warga, untuk menjaga kawasan ini tetap bersih, aman, dan nyaman, bukan hanya ketika ada syuting artis dunia, tetapi setiap hari. Karena pada akhirnya, yang akan ditemui wisatawan setelah credits film berakhir adalah versi nyata dari Kota Tua, bukan hanya yang tampil di layar.
Info Praktis untuk Warga yang Mau ke Kota Tua
Buat Sobat jkt.info yang tertarik main ke Kota Tua dalam beberapa hari ke depan, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Cek dulu info terbaru soal event atau aktivitas khusus di Kota Tua lewat kanal resmi Pemprov DKI atau pengelola kawasan.
- Jika ada syuting lanjutan, bersiap dengan kemungkinan beberapa titik akses dibatasi sementara.
- Disarankan datang dengan transportasi umum seperti KRL Commuter Line (turun di Stasiun Jakarta Kota) atau TransJakarta untuk mengurangi potensi macet dan susah parkir.
- Hormati batasan area kerja kru produksi jika memang masih ada proses syuting: jangan memaksa mendekat atau mengganggu pekerjaan mereka.
- Kalau mengambil gambar, tetap jaga etika, khususnya jika menyertakan wajah orang lain atau kru yang sedang bekerja.
Kabar soal Lisa BLACKPINK syuting di Kota Tua Jakarta mungkin baru awal dari rangkaian promosi urban heritage Jakarta ke level global. Anak Jakarta tinggal menunggu seperti apa hasil akhirnya di layar, sambil tetap menikmati Kota Tua sebagai ruang publik yang hidup setiap hari.
Warga Jakarta, kalau kamu sempat melipir ke Kota Tua dan melihat sisa-sisa set syuting atau keramaian tak biasa, kirimkan cerita dan fotomu ke redaksi jkt.info. Siapa tahu pengalamanmu jadi panduan buat yang lain!
