jkt.info – Jelang Imlek 2026 DLH DKI Jakarta bersihkan klenteng dan vihara di lima wilayah kota administrasi Jakarta demi memastikan tempat ibadah umat Konghucu dan Buddha bersih, aman, dan nyaman untuk perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang diperkirakan bakal padat pengunjung.
Warga Jakarta, jelang momen Imlek yang identik dengan kunjungan ke klenteng dan vihara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan armada dan petugas kebersihan ke titik-titik rumah ibadah di Jakarta Pusat, Barat, Timur, Utara, dan Selatan. Kegiatan ini fokus pada pembersihan sampah, penataan lingkungan, hingga pengangkutan limbah sebelum dan sesudah puncak perayaan.
Langkah ini menyasar klenteng-klenteng besar yang jadi magnet warga seperti kawasan Petak Sembilan dan sekitarnya, hingga vihara di pemukiman padat, agar lalu lintas pejalan kaki dan jemaah tetap lancar tanpa tumpukan sampah dan genangan.
Fokus Bersih-Bersih di Lima Wilayah DKI Jakarta
DLH DKI Jakarta mengatur pola operasi bersih-bersih yang dibagi per wilayah. Di Jakarta Pusat, fokus berada di klenteng dan vihara sekitar Glodok dan Pasar Baru yang menjadi tujuan utama umat dan wisatawan lokal saat malam pergantian tahun Imlek.
Di Jakarta Barat, pembersihan menyasar deretan klenteng tua di kawasan Tambora, Grogol Petamburan, dan Taman Sari yang lokasinya berhimpitan dengan permukiman padat dan gang-gang sempit. Di sini, petugas melakukan penyapuan intensif, pengangkutan sampah harian, dan penempatan gerobak swadaya di titik keramaian.
Jakarta Utara yang banyak memiliki vihara di sekitar kawasan pelabuhan dan permukiman pesisir juga masuk radar utama. Potensi sampah dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan pengunjung menjadi perhatian, apalagi jika hujan turun saat malam perayaan.
Sementara di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, DLH memetakan lokasi vihara dan klenteng yang berada dekat kawasan hunian dan pusat kuliner malam. Di wilayah ini, pengaturan jam angkut sampah dan pengawasan bak sampah sementara diperketat supaya tidak mengganggu aktivitas ibadah.
DLH DKI Jakarta mengerahkan petugas kebersihan, armada angkut sampah, hingga alat pembersih jalan untuk memastikan area klenteng dan vihara tetap bersih dan tertib sepanjang rangkaian Imlek 2026.
Menurut pola yang biasa diterapkan tiap tahun, petugas akan siaga sejak beberapa hari sebelum Imlek sampai beberapa hari setelah puncak perayaan, terutama di pagi buta dan malam hari saat volume sampah meningkat drastis.
Kenyamanan Ibadah & Wisata Religi Jadi Prioritas
Buat Sobat jkt.info yang rutin beribadah atau sekadar berkunjung ke klenteng dan vihara saat Imlek, kebersihan lingkungan bukan cuma soal estetika, tapi juga soal kenyamanan dan keselamatan. Trotoar yang bebas sampah memudahkan lansia dan anak-anak, sementara area tanpa genangan mengurangi risiko terpeleset saat kondisi ramai.
Pembersihan klenteng dan vihara jelang Imlek 2026 juga terhubung dengan pengelolaan sampah dari aktivitas ritual, seperti pembakaran hio, lilin, dan kertas sembahyang. Biasanya, DLH bekerja sama dengan pengurus tempat ibadah untuk menyiapkan titik khusus penampungan abu dan sisa material agar tidak berceceran ke jalan dan selokan.
Di beberapa titik yang biasanya jadi spot foto dan wisata budaya, DLH juga menambahkan armada angkut ekstra saat jam-jam sibuk malam hari. Hal ini penting supaya suasana khas lampion dan dekor merah-oranye yang menghiasi jalan tidak terganggu tumpukan kantong plastik atau sisa makanan.
Baca Juga: Update Lalu Lintas Malam Tahun Baru di Jakarta
Koordinasi dengan Pengelola Klenteng, Vihara, dan Warga
Kegiatan bersih-bersih jelang Imlek ini tidak bisa berjalan sendiri. Biasanya, DLH menggandeng pengurus klenteng dan vihara untuk mengatur jadwal kebersihan, akses keluar-masuk armada truk sampah, hingga penempatan petugas di area yang paling padat.
Di beberapa wilayah, komunitas warga dan relawan lingkungan juga kerap dilibatkan untuk gotong royong menyapu area sekitar, merapikan parkir motor, hingga mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan. Edukasi ringan ke pedagang kaki lima mengenai pemilahan sampah makanan dan plastik kerap dilakukan sambil jalan.
Koordinasi ini penting karena saat malam besar, area sekitar klenteng dan vihara praktis berubah menjadi zona pejalan kaki yang superpadat. Tanpa pengaturan yang rapi, sampah bisa menumpuk di sudut-sudut gang dan menyumbat saluran air.
Kolaborasi DLH, pengelola rumah ibadah, warga, dan pedagang jadi kunci supaya perayaan Imlek tetap meriah, bersih, dan tidak menyisakan masalah lingkungan setelah lampion padam.
DLH juga biasanya menyiapkan posko siaga di dekat lokasi-lokasi utama untuk memantau kondisi lapangan secara real time, terutama jika terjadi hujan lebat atau lonjakan pengunjung di luar prediksi.
Dampak bagi Commuters dan Warga Sekitar
Bagi commuters dan Anak Jakarta yang tinggal atau berkantor di sekitar kawasan klenteng dan vihara, kegiatan bersih-bersih ini bisa sedikit memengaruhi pola lalu lintas harian. Truk sampah dan gerobak motor kadang mengakses jalan-jalan kecil untuk mengangkut sampah lebih cepat.
Walau begitu, biasanya DLH mengatur jam operasional armada agar tidak bertabrakan dengan jam sibuk pagi dan sore. Penutupan jalur sepihak atau rekayasa lalu lintas singkat juga kerap dikoordinasikan dengan Dishub dan kepolisian saat malam puncak supaya arus kendaraan dan pejalan kaki tetap aman.
Baca Juga: Rute Alternatif Saat Acara Besar di Pusat Jakarta
Tips Buat Warga Jakarta yang akan Rayakan Imlek 2026
Biar perayaan Imlek 2026 makin nyaman dan nggak bikin Jakarta tambah kotor, ada beberapa hal praktis yang bisa dilakukan warga:
- Bawa tas kecil untuk menyimpan sampah pribadi (tisu, kemasan makanan, botol minum) sebelum menemukan tempat sampah.
- Ikuti arahan petugas kebersihan dan pengurus klenteng/vihara, terutama soal area pembakaran hio dan penempatan sisa persembahan.
- Hindari memarkir kendaraan sembarangan yang menghalangi jalur truk sampah atau gerobak kebersihan.
- Kalau datang berombongan, tunjuk satu orang yang bertugas memastikan area tempat kalian berkumpul tetap rapi sebelum pindah lokasi.
- Gunakan transportasi umum jika memungkinkan untuk mengurangi kepadatan di sekitar lokasi ibadah utama.
Dengan dukungan warga, langkah DLH DKI Jakarta membersihkan klenteng dan vihara di lima wilayah jelang Imlek 2026 bisa maksimal. Perayaan tetap meriah, foto-foto lampion dan lilin tetap estetik, dan Jakarta tidak kebanjiran sampah keesokan paginya.
Warga Jakarta yang berencana beribadah atau wisata ke klenteng dan vihara saat Imlek 2026 disarankan memantau informasi terbaru soal rekayasa lalu lintas, jam operasional transportasi umum, dan titik-titik keramaian agar perjalanan lebih lancar dan nyaman.
