jkt.info – DLH DKI bersihkan klenteng jelang Imlek 2026 jadi salah satu gerakan awal Pemprov DKI menyambut Tahun Baru Imlek di Jakarta. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI mengerahkan personel dan armada kebersihan untuk membersihkan klenteng dan vihara di berbagai sudut ibu kota, demi memastikan perayaan Imlek 2026 berjalan tertib, nyaman, dan bebas sampah bagi umat yang akan beribadah.
Warga Jakarta, terutama di kawasan dengan komunitas Tionghoa besar seperti Glodok, Petak Sembilan, Pluit, Sunter, sampai Kelapa Gading, bakal merasakan langsung efek gerakan bersih-bersih ini. Fokusnya bukan cuma sapu-sapu biasa, tapi penataan sampah, pembersihan area parkir, selokan, hingga penempatan tong sampah tambahan menjelang puncak perayaan.
DLH DKI Turun Tangan Sambut Imlek 2026
Menjelang Imlek 2026, aktivitas di sekitar klenteng dan vihara di Jakarta biasanya meningkat tajam: umat datang untuk sembahyang, pedagang musiman berdatangan, dan arus kendaraan makin padat. DLH DKI membaca pola ini dan mulai menyiapkan skema kebersihan jauh hari sebelum gong tahun baru Tionghoa dibunyikan.
Meski detail resmi jumlah lokasi dan personel belum dipublikasikan luas, pola kerja DLH biasanya meliputi:
- Penyapuan intensif di halaman dan akses jalan ke klenteng/vihara
- Pengerukan sedimen ringan di selokan sekitar agar tidak mudah tergenang saat hujan
- Penambahan kontainer dan tong sampah sementara (TPS mobile)
- Peningkatan jadwal pengangkutan sampah, terutama malam jelang Imlek dan keesokan harinya
Bagi commuters yang sering lewat kawasan Pecinan atau pusat peribadatan Tionghoa, gerakan ini penting banget. Macet dan padat sudah pasti, jangan sampai ditambah pemandangan menumpuknya sampah dan bau tidak sedap di tengah suasana perayaan.
Baca Juga: Update Penataan Kawasan Kota Tua dan Glodok
Fokus di Klenteng dan Vihara Padat Umat
Di Jakarta, beberapa klenteng dan vihara sudah jadi ikon Imlek tiap tahun. Nama-nama seperti Klenteng Kim Tek Ie (Vihara Dharma Bhakti) di Glodok, Vihara Dharma Jaya di Gunung Sahari, dan berbagai kelenteng di kawasan Jakarta Utara serta Jakarta Barat biasanya jadi magnet ribuan pengunjung.
DLH DKI diperkirakan akan memusatkan perhatian di titik-titik ini dengan beberapa langkah kunci:
- Membersihkan area depan klenteng yang sering dipakai parkir motor dan mobil
- Menata titik kumpul pedagang kaki lima agar tidak menutup akses pejalan kaki dan jalur evakuasi
- Memastikan bak kontrol dan selokan di depan bangunan ibadah tidak tersumbat
- Memasang imbauan tertib buang sampah di area strategis
Di saat yang sama, pengurus klenteng dan vihara biasanya juga dilibatkan untuk koordinasi. Mereka yang paling paham pola kedatangan jemaah, titik rawan penumpukan dupa, sisa makanan persembahan, hingga sampah kemasan.
“Kebersihan saat Imlek bukan cuma urusan pemerintah, tapi kerja bareng: pemda, pengurus klenteng, pedagang, sampai pengunjung. DLH DKI turun untuk memastikan sistem dan sarana kebersihan siap, tapi kuncinya tetap di perilaku warga,” demikian gambaran umum yang selama ini jadi pendekatan Pemprov DKI di momen perayaan besar.
Kebersihan Imlek dan Wajah Kota Jakarta
Anak Jakarta pasti sadar, tiap perayaan besar selalu menguji seberapa siap kota ini mengelola keramaian. Saat Ramadan dan Lebaran, titik padat ada di masjid dan terminal. Saat Natal, gereja dan mal jadi sorotan. Saat Imlek, spotlight hijrah ke klenteng, vihara, dan kawasan Pecinan.
Upaya DLH DKI membersihkan klenteng dan vihara jelang Imlek 2026 sebenarnya bagian dari gambaran lebih besar: menjadikan Jakarta kota yang ramah untuk semua keyakinan, tapi juga tertib secara tata kota. Visual Jakarta saat Imlek bukan hanya lampion merah dan dekor serba emas, tapi juga:
- Trotoar yang bisa diakses pejalan kaki tanpa harus zig-zag menghindari sampah
- Saluran air yang tetap lancar walau hujan turun di tengah keramaian
- Area ibadah yang terasa nyaman, bersih, dan aman bagi lansia maupun anak-anak
- Ruang publik sekitar yang fotogenik tanpa gangguan tumpukan sampah di sudut frame
Langkah preventif ini juga penting mengingat Februari–Maret biasanya masih masuk musim hujan di Jakarta. Kombinasi hujan, sampah, dan kerumunan bisa jadi resep banjir lokal kalau tidak diantisipasi dengan baik.
Peran Warga Saat Berkunjung ke Klenteng
Sobat jkt.info yang mau ikut sembahyang atau sekadar sightseeing fotografi Imlek di klenteng dan vihara, bisa bantu kerja DLH dengan beberapa langkah simpel:
- Bawa kantong kecil untuk sampah pribadi (tisu, bungkus makanan, botol minum)
- Pakai transportasi umum bila memungkinkan untuk kurangi kepadatan dan potensi sampah parkir liar
- Patuhi rambu dan imbauan pengurus klenteng soal titik masuk-keluar dan area yang boleh dipakai aktivitas dagang
- Kurangi pemakaian plastik sekali pakai saat membawa persembahan
Baca Juga: Rute Transportasi Umum ke Pusat Perayaan Imlek di Jakarta
Koordinasi Lintas Dinas Saat Imlek
Biasanya, saat perayaan sebesar Imlek, DLH DKI tidak bekerja sendirian. Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga jajaran kecamatan dan kelurahan juga ikut mengatur pola lalu lintas, penertiban PKL, dan keamanan lingkungan.
Dari kacamata warga, yang terlihat mungkin hanya petugas berseragam oranye DLH yang sedang menyapu atau mengangkut sampah. Namun di balik itu, manajemen kota yang baik menuntut:
- Penentuan jam operasional truk sampah agar tidak mengganggu puncak keramaian
- Mapping titik TPS sementara supaya mudah dijangkau tapi tidak mengganggu arus orang
- Koordinasi dengan pengurus rumah ibadah untuk jadwal pembersihan intensif sebelum dan sesudah puncak sembahyang
- Pelaporan cepat jika ada tumpukan sampah yang berpotensi menghambat drainase
Gerakan bersih-bersih klenteng dan vihara jelang Imlek 2026 ini sejalan dengan upaya Jakarta mempertahankan image sebagai kota global yang tetap hormat pada tradisi, tapi rapi dan terkelola.
Imbauan untuk Anak Jakarta Menjelang Imlek 2026
Untuk Anak Jakarta yang akan merayakan atau sekadar menikmati suasana Imlek 2026, ada beberapa hal yang bisa dicatat:
- Cek jadwal ibadah dan perayaan di klenteng/vihara tujuan agar tidak datang di jam paling padat jika tidak perlu.
- Perhatikan cuaca, karena musim hujan bisa bikin area sekitar licin. Sepatu yang nyaman dan anti slip akan membantu.
- Ikut jaga kebersihan minimal di area sekeliling tempat kita berdiri, beribadah, atau berfoto.
- Gunakan fasilitas tong sampah yang sudah disediakan DLH DKI, jangan asal titip sampah di pojokan bangunan atau kolong meja pedagang.
Dengan kolaborasi antara DLH DKI, pengurus klenteng dan vihara, serta kedisiplinan warga, perayaan Imlek 2026 di Jakarta bisa jadi momen yang bukan cuma meriah dan hangat, tapi juga jadi contoh kota besar yang mampu mengelola tradisi, keramaian, dan kebersihan secara bareng-bareng.
Bagi Sobat jkt.info yang tinggal di sekitar klenteng dan vihara, pantau terus info dari RT/RW atau kelurahan setempat. Kalau melihat tumpukan sampah atau saluran mampet menjelang Imlek, segera lapor ke kanal pengaduan resmi Pemprov DKI, supaya petugas DLH bisa bergerak cepat. Jakarta yang bersih di hari besar agama adalah cermin kita semua sebagai warga kota.
