Kawasan TOD Blok M Hub Gojek MRT Jakarta dengan penumpang berpindah moda di depan stasiun
Kawasan TOD Blok M Hub Gojek MRT Jakarta dengan penumpang berpindah moda di depan stasiun
0 0
Read Time:4 Minute, 57 Second

jkt.infoTOD Blok M Hub Gojek MRT Jakarta resmi diluncurkan sebagai kawasan transit oriented development (TOD) terbaru di Jakarta Selatan, hasil kolaborasi MRT Jakarta dan GoTo, untuk mempermudah perpindahan moda transportasi dan menghidupkan kembali kawasan Blok M sebagai hub mobilitas dan gaya hidup anak Jakarta.

Kawasan baru ini menghubungkan langsung Stasiun MRT Blok M dengan area penjemputan Gojek, halte bus, trotoar, hingga spot kuliner dan ruang publik, sehingga commuters bisa berpindah dari kereta ke ojek online atau bus tanpa harus memutar jauh dan terpapar macet di jalanan utama.

TOD Blok M Hub Gojek MRT Jakarta, Simpul Mobilitas Baru

Warga Jakarta pasti sudah akrab dengan riuhnya Blok M, terutama di jam berangkat dan pulang kantor. Lewat peluncuran TOD Blok M Hub Gojek MRT Jakarta, area ini disulap jadi simpul mobilitas yang lebih tertata, aman, dan nyaman untuk pejalan kaki serta pengguna transportasi publik.

Secara konsep, TOD (Transit Oriented Development) adalah pengembangan kawasan yang berpusat di sekitar simpul transportasi massal. Di Blok M, MRT Jakarta dan GoTo mengemasnya dalam bentuk integrasi fisik dan digital: jalur pejalan kaki yang jelas, zona drop-off/pick-up Gojek yang tertata, signage yang mudah dibaca, plus dukungan aplikasi untuk mengatur titik jemput.

Buat commuters yang biasa transit di Blok M, kehadiran TOD ini diharapkan bisa memangkas waktu tunggu, mengurangi potensi kemacetan di sekitar terminal, dan bikin pengalaman berpindah moda jadi lebih mulus—dari MRT ke Gojek, Transjakarta, maupun angkutan lain.

Baca Juga: Update MRT Jakarta dan Rencana Ekspansi Jalur

Kolaborasi MRT Jakarta dan GoTo di Jantung Blok M

Peluncuran TOD Blok M Hub Gojek MRT Jakarta ini menandai langkah lanjutan kolaborasi antara operator transportasi publik dan ekosistem digital. MRT Jakarta membawa jaringan kereta modern dan ruang fisik, sementara GoTo lewat Gojek menyediakan akses first mile–last mile hingga layanan pendukung gaya hidup di sekeliling stasiun.

Kawasan TOD ini dirancang dengan beberapa elemen kunci:

  • Zona penjemputan Gojek terintegrasi: Titik jemput dan antar diatur lebih rapi, dengan marka dan papan petunjuk yang jelas agar pengemudi dan penumpang tidak bingung.
  • Akses pejalan kaki yang ramah: Trotoar yang lebar, penerangan yang lebih baik, serta jalur yang menghubungkan langsung stasiun MRT ke area sekitar Blok M Square, terminal, dan sentra kuliner.
  • Integrasi digital: Penyesuaian titik jemput di aplikasi Gojek dengan nama-nama pintu atau area stasiun agar warga Jakarta bisa memilih titik terdekat dan aman.
  • Ruang publik dan komersial: Potensi kehadiran kios F&B, tenant lokal, dan ruang komunal yang bikin kawasan ini hidup dari pagi sampai malam.

Kolaborasi MRT Jakarta dan GoTo di Blok M menargetkan dua hal sekaligus: mempermudah mobilitas harian warga dan menghidupkan kembali Blok M sebagai destinasi urban yang walkable, bukan sekadar area transit yang sesak dan macet.

Dampak ke Mobilitas dan Gaya Hidup Anak Jakarta

Untuk Anak Jakarta yang sering wara-wiri dari selatan ke pusat, Blok M selama ini jadi titik krusial: tempat transit, nongkrong, sampai ganti moda transportasi. Dengan hadirnya TOD Blok M Hub Gojek MRT Jakarta, pola gerak di area ini berpotensi berubah cukup signifikan.

Dari sisi mobilitas, pengguna MRT kini bisa:

  • Keluar stasiun dan langsung menuju titik jemput Gojek tanpa harus menyebrang jalan besar yang padat.
  • Lebih mudah menyambung ke wilayah sekitar seperti Panglima Polim, Melawai, Fatmawati, bahkan hingga area perumahan di dalam-dalam melalui motor ojek online.
  • Mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi karena “rantai perjalanan” (kereta–ojol–jalan kaki) makin praktis.

Sementara dari sisi gaya hidup, Blok M makin mengokohkan dirinya sebagai kawasan urban lengkap: ada stasiun MRT, terminal bus, mal, sentra kuliner legendaris, sampai spot kekinian di sekitar Little Tokyo dan area sekitarnya. TOD yang tertata bisa menarik lebih banyak pejalan kaki dan pengguna transportasi publik untuk betah berlama-lama di area ini.

Integrasi ini sejalan dengan visi Jakarta yang ingin bertransformasi jadi kota yang mengedepankan transportasi umum, kawasan yang terjangkau dengan berjalan kaki, dan penggunaan ruang publik yang lebih manusiawi, bukan didominasi parkiran mobil.

Kenapa Blok M Dipilih Jadi Hub Strategis?

Blok M bukan nama baru di peta mobilitas Jakarta. Area ini sudah lama jadi simpul antara Jakarta Selatan dan pusat kota, dengan keberadaan terminal bus antarkota, Transjakarta, angkot, dan sekarang MRT.

Menjadikan Blok M sebagai lokasi TOD Blok M Hub Gojek MRT Jakarta punya beberapa alasan strategis:

  • Volume penumpang tinggi: Stasiun MRT Blok M termasuk salah satu stasiun dengan pengguna terbanyak, terutama di jam sibuk.
  • Kepadatan aktivitas: Kantor, pusat perbelanjaan, sekolah, dan kuliner terkonsentrasi di radius jalan kaki yang relatif dekat.
  • Potensi peremajaan kawasan: TOD memberi momentum untuk menata ulang trotoar, jalur sepeda, pencahayaan jalan, hingga zoning parkir.
  • Akses lintas moda: Dari satu titik, warga bisa berpindah antara MRT, bus, ojol, taksi, hingga berjalan kaki.

Bila TOD ini berjalan efektif, Blok M bisa jadi contoh konkret bagaimana integrasi transportasi publik dan layanan digital mampu menurunkan ketergantungan ke mobil pribadi sambil tetap menjaga dinamika ekonomi lokal.

Baca Juga: Rute dan Jam Operasional MRT Jakarta Terbaru

Tips untuk Commuters di TOD Blok M Hub Gojek MRT Jakarta

Buat Sobat jkt.info yang dalam waktu dekat akan lewat atau transit di kawasan ini, ada beberapa hal praktis yang bisa dicatat:

  • Cek titik jemput di aplikasi: Pastikan memilih titik jemput “Blok M Hub Gojek/MRT” atau nama resmi yang tertera di aplikasi Gojek agar tidak salah posisi.
  • Ikuti signage di stasiun: Perhatikan penunjuk arah di dalam stasiun MRT yang mengarah ke area TOD dan titik Gojek, jangan hanya ikut kerumunan.
  • Manfaatkan jalur pejalan kaki: Hindari memotong jalan di area yang tidak diperuntukkan buat pejalan kaki demi keselamatan, apalagi saat malam hari.
  • Hindari berhenti sembarang: Bila mengantar/menjemput, gunakan zona yang sudah disediakan agar tidak menambah kemacetan.

Ke depan, warga Jakarta bisa menantikan pengembangan TOD serupa di stasiun-stasiun MRT lain. Kalau integrasi di Blok M sukses, bukan tidak mungkin pola mobilitas harian kita akan jauh lebih rapi, aman, dan efisien.

Untuk sekarang, anak Jakarta yang sering lewat Blok M bisa mulai eksplor jalur-jalur baru di dalam TOD Blok M Hub Gojek MRT Jakarta dan rasakan sendiri bedanya transit di kawasan yang dirancang khusus untuk pejalan kaki dan pengguna transportasi publik.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan