Pesawat operasi modifikasi cuaca Jakarta tiga sorti di langit oranye ibu kota
Pesawat operasi modifikasi cuaca Jakarta tiga sorti di langit oranye ibu kota
0 0
Read Time:5 Minute, 4 Second

jkt.infoOperasi modifikasi cuaca Jakarta kembali dijalankan dengan tiga sorti penyemaian awan (OMC) di wilayah DKI sebagai langkah antisipatif bencana, terutama banjir yang jadi langganan warga ibu kota saat musim hujan.

Warga Jakarta, buat kamu yang beberapa hari ini lihat langit agak beda atau dengar suara pesawat bolak-balik di sekitar Jabodetabek, besar kemungkinan itu bagian dari operasi modifikasi cuaca (OMC) yang sedang digelar pemerintah di ruang udara sekitar DKI Jakarta. Misinya jelas: mengurangi risiko hujan ekstrem yang bisa memicu banjir dan genangan di titik-titik rawan.

Kenapa Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta Digelar?

OMC biasanya digelar saat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat berkepanjangan di kawasan padat penduduk seperti Jakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI AU rutin berkoordinasi untuk memantau pergerakan awan hujan di sekitar pesisir utara Jawa, Selat Sunda, hingga ke arah Bogor dan Depok yang jadi “dapur hujan” untuk Jakarta.

Tiga sorti OMC yang disebutkan dalam laporan ini umumnya berarti ada tiga kali penerbangan pesawat khusus yang membawa bahan semai (seperti garam atau bahan higroskopis lain) untuk memicu hujan turun lebih cepat dan terkendali, biasanya di luar area inti DKI Jakarta. Strateginya: hujan dibuat jatuh duluan di laut atau wilayah penyangga, sehingga intensitas hujan yang masuk ke Jakarta bisa berkurang.

Operasi seperti ini bukan pertama kali dilakukan. Dalam beberapa tahun terakhir, OMC sudah jadi salah satu andalan mitigasi bencana hidrometeorologi di Jakarta, terutama menghadapi puncak musim hujan dan fenomena cuaca ekstrem seperti La Nina atau monsun yang menguat.

Baca Juga: Update Banjir Jakarta & Titik Genangan Terbaru

Bagaimana Tiga Sorti OMC Dioperasikan di Langit DKI?

Commuters dan Anak Jakarta yang sering melintas area bandara Halim Perdanakusuma atau Soekarno-Hatta mungkin melihat pesawat turboprop atau pesawat angkut militer yang terbang lebih rendah dari biasanya. Itulah pesawat yang digunakan untuk misi OMC. Dalam satu hari, bisa dilakukan beberapa sorti, tergantung kondisi awan dan prakiraan cuaca harian.

Tiga sorti OMC yang digelar di wilayah DKI Jakarta biasanya mengikuti pola window time cuaca: pagi, siang, dan sore, menyesuaikan pembentukan awan. Tim teknis akan menentukan:

  • Di mana awan hujan terkonsentrasi (misal di atas perairan Teluk Jakarta atau selatan Jakarta arah Bogor)
  • Ketinggian penyemaian awan
  • Arah angin yang akan membawa massa awan menuju Jakarta
  • Zona prioritas yang ingin dikurangi intensitas hujannya

Untuk Jakarta, prioritasnya jelas: mencegah hujan ekstrem turun serentak di pusat kota, kawasan perkantoran Sudirman–Thamrin, kawasan perumahan padat seperti di Jakarta Timur dan Jakarta Utara, serta area yang sudah dikenal sebagai titik banjir berulang.

“Operasi modifikasi cuaca Jakarta ini sifatnya antisipatif, bukan menghentikan hujan total. Tujuan utamanya menggeser intensitas hujan dan mengurangi risiko bencana seperti banjir besar,” demikian penjelasan yang lazim disampaikan otoritas kebencanaan saat OMC dijalankan.

Dampak OMC bagi Warga Jakarta: Apa yang Perlu Diwaspadai?

Dari sudut pandang warga, OMC sekilas tidak terlalu terasa bedanya dengan hujan biasa. Bedanya lebih ke pola: hujan bisa datang lebih awal di luar kota, sementara di dalam Jakarta intensitasnya sedikit berkurang atau waktunya bergeser.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dicatat Anak Jakarta soal dampak dan batasan operasi modifikasi cuaca Jakarta:

  • Tidak bisa menjamin Jakarta 100% bebas banjir. OMC hanya salah satu alat mitigasi. Kalau curah hujan ekstrem, kondisi sungai meluap, plus drainase kota tidak siap, banjir tetap bisa terjadi.
  • Tetap siapkan rencana darurat. Warga di bantaran sungai, kawasan rendah, dan komplek rawan genangan harus tetap siaga meski ada OMC. Pantau terus informasi resmi dari BPBD DKI dan BMKG.
  • Transportasi bisa tetap terdampak. Hujan di wilayah penyangga seperti Bogor dan Depok tetap bisa memperbesar debit sungai yang mengalir ke Jakarta, sehingga Tol Jagorawi, Jalur KRL, sampai underpass dalam kota masih berpotensi tergenang.

Baca Juga: Panduan Warga Saat Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Wilayah DKI Jakarta yang Diutamakan dalam OMC

Secara praktik, meski judulnya operasi modifikasi cuaca Jakarta, ruang udara yang disentuh OMC seringkali berada di luar batas administratif DKI. Tapi, target dampaknya jelas untuk wilayah-wilayah rawan di ibu kota, antara lain:

  • Jakarta Utara: Kawasan pesisir dan dekat muara sungai yang sering jadi titik banjir rob sekaligus terima kiriman air dari hulu.
  • Jakarta Timur: Kawasan dekat aliran Sungai Ciliwung dan Kali Sunter yang sering terdampak jika hujan lebat turun berkepanjangan di hulu.
  • Jakarta Barat: Area yang terhubung dengan saluran ke arah Cengkareng, Kali Angke, dan Kali Pesanggrahan.
  • Jakarta Selatan: Meski relatif lebih tinggi, beberapa kantong permukiman tetap rawan genangan, terutama jika saluran air tersumbat.
  • Jakarta Pusat: Kawasan perkantoran dan pusat pemerintahan yang berusaha dijaga agar tidak lumpuh akibat genangan.

Dengan tiga sorti OMC, pengelola operasi berusaha mengatur kapan dan di mana hujan turun agar tidak menyerang semua kawasan secara bersamaan dengan intensitas tinggi.

Informasi Terkait: Apa yang Bisa Dilakukan Warga?

Buat Sobat jkt.info yang tiap hari berkutat dengan jadwal kerja, macet, dan cuaca Jakarta yang sering susah ditebak, ada beberapa langkah praktis yang bisa kamu lakukan di tengah digelarnya operasi modifikasi cuaca Jakarta:

  • Selalu cek prakiraan cuaca harian. Gunakan info resmi BMKG dan pantau juga kanal informasi kebencanaan DKI. Sesuaikan jadwal berangkat dan pulang kantor, terutama kalau bawa kendaraan pribadi.
  • Simpan barang penting di tempat lebih tinggi. Apalagi buat warga yang tinggal di area yang sudah dikenal sebagai langganan banjir. Dokumen penting, elektronik, dan obat-obatan sebaiknya diproteksi.
  • Perhatikan saluran air sekitar rumah. Got mampet di gang atau kompleksmu bisa memperparah genangan meski curah hujan sudah dikurangi lewat OMC.
  • Siapkan rute alternatif. Untuk commuters, siapkan rute cadangan jika jalur utama tergenang. Pantau info lalu lintas dan kondisi jalan melalui aplikasi navigasi dan kanal informasi lokal.
  • Ikuti arahan resmi saat status siaga banjir dinaikkan. Kalau BRD (Bendungan/Katup) di hulu buka pintu, atau pintu air di dalam kota sudah siaga, artinya debit air sedang naik.

Penataan tata ruang dan perbaikan drainase tetap jadi kunci utama, namun di tengah proses panjang itu, operasi modifikasi cuaca Jakarta adalah salah satu langkah darurat yang bisa membantu menahan laju dampak bencana. Warga tetap perlu waspada, tapi setidaknya ada upaya teknis yang sedang berjalan di balik langit jingga Jakarta yang kita lihat setiap hari.

Untuk perkembangan terbaru, jkt.info akan terus memantau update resmi dari BMKG, BNPB, dan Pemprov DKI terkait jadwal operasi, tingkat risiko hujan ekstrem, sampai potensi banjir di berbagai wilayah Jakarta.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %