Rihlah Ilmiah UIN Jakarta santri pesantren kunjungi green campus di Ciputat
Rihlah Ilmiah UIN Jakarta santri pesantren kunjungi green campus di Ciputat
0 0
Read Time:4 Minute, 52 Second

jkt.infoRihlah Ilmiah UIN Jakarta jadi agenda padat hari ini di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, saat Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menyambut kunjungan ilmiah santri Pondok Pesantren Khoirul Roziqin untuk mengenal lebih dekat ragam keilmuan, kehidupan kampus, sekaligus budaya green campus yang sedang digencarkan di kampus pelat merah ini.

Warga Jakarta dan sekitarnya yang familiar dengan jalur Ciputat–Lebak Bulus tentu tahu, kawasan UIN Jakarta sudah menjelma jadi salah satu pusat aktivitas pendidikan dan urban lifestyle baru di pinggir Jakarta. Di tengah hiruk pikuk commuters yang lalu-lalang dari dan ke Jakarta, kampus ini sengaja mengemas kunjungan santri pondok pesantren dalam format rihlah ilmiah, memadukan nuansa religius, akademik, dan isu lingkungan kota modern.

Santri Ponpes Turun ke Jakarta: Belajar Ilmu dan Green Campus

Kunjungan bertajuk rihlah ilmiah ini diisi santri Pondok Pesantren Khoirul Roziqin yang datang ke UIN Jakarta untuk melihat langsung seperti apa suasana kampus negeri berbasis keislaman di kawasan urban Jabodetabek. Mereka diajak berkeliling fakultas, pusat kajian, hingga area hijau kampus yang menjadi bagian dari program green campus.

Di tengah isu polusi udara Jakarta dan kepadatan transportasi harian, konsep kampus hijau UIN Jakarta jadi salah satu daya tarik tersendiri. Ruang terbuka hijau, area pejalan kaki yang rindang, sampai upaya pengurangan sampah plastik dan hemat energi, diperkenalkan kepada para santri sebagai contoh bagaimana lembaga pendidikan di kota besar ikut bertanggung jawab pada lingkungan.

Selain tur lingkungan, pihak kampus juga biasanya memaparkan informasi seputar ragam program studi, dari ilmu keislaman, sosial-humaniora, sains-teknologi, sampai ekonomi dan kedokteran. Rihlah ilmiah ini sekaligus membuka wawasan santri soal pilihan kuliah di Jakarta dan bagaimana mereka bisa berkontribusi di tengah dinamika perkotaan.

Baca Juga: Update Jalur dan Fasilitas Kampus di Jakarta Selatan

Ragam Keilmuan UIN Jakarta di Tengah Dinamika Kota

UIN Jakarta sendiri dikenal sebagai salah satu kampus rujukan nasional yang tidak hanya fokus pada studi keislaman, tapi juga mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu modern. Di tengah kebutuhan SDM kota besar seperti Jakarta yang butuh kemampuan lintas disiplin, model keilmuan UIN Jakarta jadi relevan: santri dan pelajar tak hanya diajak paham teks agama, tapi juga melek teknologi, ekonomi, dan isu sosial perkotaan.

Dalam rihlah ilmiah ini, santri Ponpes Khoirul Roziqin diperkenalkan pada:

  • Fakultas-fakultas keislaman seperti Syariah, Ushuluddin, Dakwah, dan Pendidikan.
  • Fakultas umum seperti Sains dan Teknologi, Kedokteran, Ekonomi dan Bisnis, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
  • Pusat studi yang sering terlibat riset kebijakan publik, isu kota, dan keberagaman sosial di Jakarta.

Bagi anak pesantren yang sebagian besar hidup di lingkungan yang lebih tenang, pertemuan dengan atmosfer kampus urban di Ciputat ini bisa jadi titik awal memahami ritme kehidupan kota: dari akses transportasi seperti Transjakarta dan MRT yang terhubung via Lebak Bulus, sampai budaya nongkrong sehat di sekitar kampus.

Rihlah ilmiah ke UIN Jakarta bukan sekadar jalan-jalan, tapi jembatan antara tradisi pesantren dan dunia pendidikan tinggi di jantung metropolitan Jabodetabek.

Budaya Green Campus di Pinggir Jakarta yang Padat

Isu green campus menjadi highlight penting dalam rihlah ilmiah ini. UIN Jakarta berusaha menampilkan dirinya sebagai kampus yang serius mengurangi jejak lingkungan, walau berada di kawasan urban yang padat kendaraan dan pembangunan.

Beberapa praktik yang biasanya dikenalkan kepada para tamu, termasuk santri pondok pesantren, antara lain:

  • Pemanfaatan area hijau dan penanaman pohon di berbagai sudut kampus.
  • Kampanye pengurangan plastik sekali pakai di lingkungan kampus.
  • Penyediaan jalur pedestrian yang nyaman agar civitas kampus lebih banyak berjalan kaki.
  • Peningkatan kesadaran lingkungan lewat kegiatan mahasiswa dan kajian tematik.

Bagi santri yang datang dari pesantren, konsep green campus ini sekaligus jadi refleksi bahwa menjaga lingkungan bukan cuma urusan desa atau ladang, tapi juga bagian dari tata kelola kota dan kawasan pendidikan di wilayah penyangga Jakarta.

Baca Juga: Inisiatif Green Space Baru di Jabodetabek

Rihlah Ilmiah UIN Jakarta dan Masa Depan Santri

Buat Sobat jkt.info yang punya adik atau saudara di pesantren, model rihlah ilmiah seperti ini penting untuk membuka perspektif baru. Santri jadi bisa membayangkan masa depan mereka setelah lulus pesantren: apakah lanjut kuliah di kampus keislaman di Jakarta, terjun ke dunia sosial, atau mengembangkan pesantren dengan sentuhan keilmuan modern.

Secara praktis, kunjungan semacam ini juga membantu santri mengenal:

  • Bagaimana sistem perkuliahan berjalan di kampus besar.
  • Seperti apa kehidupan mahasiswa di kawasan perbatasan Jakarta–Tangerang Selatan.
  • Bagaimana mengakses beasiswa, informasi pendaftaran, dan fasilitas asrama atau hunian sekitar kampus.

Di satu sisi, UIN Jakarta mendapat kesempatan memperluas jejaring dengan pesantren sebagai mitra penting pengiriman calon mahasiswa. Di sisi lain, pesantren seperti Khoirul Roziqin bisa menyelaraskan kurikulum dan pembinaan santri agar lebih siap menghadapi tantangan zaman, termasuk isu urban seperti kemacetan, polusi, dan keberagaman sosial yang tinggi di Jakarta.

Tips untuk Pesantren dan Sekolah yang Ingin Rihlah Ilmiah

Untuk pesantren atau sekolah lain di sekitar Jabodetabek yang ingin mengadakan rihlah ilmiah serupa ke kampus di Jakarta, ada beberapa langkah praktis yang bisa dicontoh:

  1. Koordinasi dini dengan kampus: Hubungi pihak humas atau kemahasiswaan jauh hari untuk mengatur jadwal, kapasitas peserta, dan materi kunjungan.
  2. Susun agenda yang seimbang: Kombinasikan sesi pengenalan kampus, tur fasilitas, dialog interaktif, dan pengenalan isu lingkungan seperti green campus.
  3. Manfaatkan transportasi publik: Dari Jakarta, rute ke UIN Jakarta bisa diakses melalui Transjakarta ke arah Lebak Bulus dan dilanjutkan angkutan penghubung ke Ciputat, atau via KRL dan feeder bus. Ini bisa jadi materi edukasi tersendiri soal mobilitas ramah lingkungan.
  4. Siapkan sesi refleksi: Setelah kunjungan, ajak santri atau siswa menuliskan kesan dan rencana mereka terkait studi lanjut dan kontribusi untuk lingkungan.

Bagi Anak Jakarta yang tiap hari melintasi kawasan Ciputat, keberadaan rihlah ilmiah seperti ini mungkin sekilas tampak seperti rombongan kunjungan biasa. Namun di balik itu, ada proses penting mempertemukan dunia pesantren dan perguruan tinggi di tengah lanskap urban Jabodetabek yang terus berkembang.

Ke depan, program seperti Rihlah Ilmiah UIN Jakarta berpotensi jadi model sinergi pendidikan kota: religius, modern, dan peduli lingkungan. Kalau ada agenda rihlah ilmiah di kampus lain di Jakarta, Sobat jkt.info bisa menjadikannya referensi untuk menyiapkan generasi yang siap lahir batin menghadapi tantangan hidup di kota megapolitan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan