Legislator DKI meninjau penanganan banjir Jakarta di kawasan padat penduduk
Legislator DKI meninjau penanganan banjir Jakarta di kawasan padat penduduk
0 0
Read Time:4 Minute, 57 Second

jkt.infoPenanganan banjir Jakarta mendapat apresiasi dari sejumlah legislator DKI Jakarta setelah rangkaian hujan deras yang mengguyur Ibu Kota belakangan ini. Para anggota DPRD menilai respons Pemprov dan jajaran terkait lebih sigap dibanding tahun-tahun sebelumnya, meski tetap menekankan masih banyak pekerjaan rumah terutama di titik-titik rawan banjir yang menyasar kawasan padat penduduk dan jalur utama commuters.

Buat Warga Jakarta yang beberapa hari terakhir was-was tiap langit mulai menggelap, sinyal apresiasi dari legislatif ini jadi kabar penting. Mereka menilai koordinasi lintas dinas, pengerahan pompa, hingga sistem informasi kebencanaan mulai terasa di lapangan, walau masih butuh penyempurnaan di sisi infrastruktur dan penataan kawasan.

Apresiasi Legislator DKI: Respons Lebih Cepat, Genangan Cepat Surut

Dalam rapat dan pemantauan lapangan terbaru, legislator DKI menyebut penanganan banjir Jakarta musim hujan kali ini menunjukkan beberapa kemajuan. Di beberapa ruas jalan utama dan permukiman langganan banjir, genangan dilaporkan surut lebih cepat dibanding tahun-tahun lalu, terutama setelah hujan dengan intensitas tinggi.

Para anggota dewan menyoroti pengoperasian rumah pompa, pengerukan kali dan saluran air, serta kesiapsiagaan petugas gabungan sebagai faktor kunci. Mereka juga menilai kanal pelaporan seperti aplikasi pengaduan warga dan kanal media sosial resmi Pemprov mulai dimanfaatkan lebih efektif untuk membaca kondisi di lapangan secara real time.

“Kami melihat ada perbaikan dari sisi kecepatan respons dan koordinasi antar dinas. Saat hujan deras, petugas dan alat berat sudah standby di beberapa titik kritis sehingga genangan tidak berlama-lama menutup akses warga,” ujar salah satu legislator DKI dalam keterangan yang diterima redaksi.

Meski begitu, dewan tetap mengingatkan bahwa apresiasi ini bukan berarti persoalan banjir di Jakarta selesai. Tantangan klasik seperti sedimentasi kali, saluran tersumbat sampah, kawasan rendah yang padat bangunan, dan kiriman air dari kawasan penyangga masih menjadi faktor pemicu banjir yang perlu dikelola jangka panjang.

Baca Juga: Update Banjir Jakarta dan Kondisi Jalan Utama

Titik Rawan Banjir: Dari Permukiman Padat ke Jalur Commuter

Banjir di Jakarta selalu punya pola yang mirip: kawasan rendah, bantaran sungai, dan permukiman padat jadi yang paling rentan. Legislator DKI menyoroti bahwa penanganan banjir Jakarta perlu fokus pada tiga klaster besar: permukiman padat di Jakarta Timur dan Utara, kawasan perkantoran dan bisnis di pusat kota, serta koridor transportasi vital yang dilalui jutaan commuters setiap hari.

Di permukiman padat seperti sejumlah titik di Cengkareng, Cipinang, Kampung Melayu, hingga beberapa RW di Jakarta Utara, warga sering menghadapi kombinasi problem: kapasitas drainase terbatas, saluran tersumbat, dan elevasi tanah yang lebih rendah dari badan jalan. Legislator mendorong Pemprov untuk mempercepat normalisasi saluran lingkungan dan program sumur resapan di kawasan-kawasan ini.

Sementara itu, di kawasan perkantoran dan jalur utama seperti Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto, dan sekitarnya, genangan walau tidak sedalam kawasan permukiman, tetap bisa mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas pekerja. Legislator mengapresiasi upaya dinas terkait yang melakukan pemetaan ulang saluran, penambahan pompa portabel, dan penataan ulang manhole serta infrastruktur drainase di titik-titik yang sering tergenang.

“Untuk jalur utama yang jadi nadi ekonomi kota, genangan satu jam saja bisa bikin kemacetan mengular dan kerugian ekonomi tidak sedikit. Maka prioritas penanganan di koridor ini tetap harus tinggi, tanpa mengabaikan kawasan permukiman warga kecil,” tegas legislator lainnya.

Kolaborasi dengan Warga: Jangan Buang Sampah Sembarangan

Satu pesan yang konsisten muncul dari legislator adalah ajakan kolaborasi. Penanganan banjir Jakarta tidak mungkin hanya bergantung pada pompa dan beton. Perilaku harian warga—dari buang sampah sampai cara memanfaatkan ruang di sekitar rumah—punya dampak langsung ke kondisi saluran air.

Legislator DKI mendorong Pemprov untuk terus menggencarkan edukasi soal sampah, terutama di kawasan bantaran kali dan permukiman padat. Banyak saluran yang sebetulnya sudah diperlebar, tapi kembali bermasalah karena tersumbat plastik, limbah rumah tangga, dan puing bangunan. Program kerja bakti, posko kampung siaga banjir, hingga skema insentif lingkungan jadi beberapa opsi yang dibahas.

Di level RT/RW, pengurus lingkungan juga didorong untuk aktif melaporkan atau mengusulkan perbaikan saluran air yang rusak, tersumbat, atau berubah fungsi jadi lahan parkir liar dan bangunan tambahan. Legislator menegaskan bahwa suara warga di tingkat akar rumput krusial untuk perencanaan anggaran dan prioritas proyek fisik ke depan.

Baca Juga: Tips Aman Berkendara Saat Jakarta Diguyur Hujan

Evaluasi & PR ke Depan: Dari Normalisasi Sungai hingga Tata Ruang

Walau apresiatif, legislator DKI tidak menutup mata terhadap pekerjaan rumah besar yang masih mengantre. Normalisasi dan naturalisasi sungai, misalnya, tetap jadi isu sensitif karena bersinggungan dengan relokasi warga dan penataan permukiman di bantaran kali. Perlu pendekatan sosial yang kuat, dialog intensif dengan warga, dan skema kompensasi yang adil.

Dari sisi tata ruang, pertumbuhan hunian vertikal dan kawasan komersial baru di pinggiran Jakarta juga perlu dipastikan tidak menambah beban sistem drainase yang sudah ada. Legislator mendorong pengetatan izin pembangunan, terutama terkait kewajiban pengembang menyediakan ruang resapan air dan infrastruktur pengendali banjir di kawasan mereka.

“Jakarta tidak boleh hanya defensif terhadap banjir. Kita harus punya strategi jangka panjang yang konsisten, lintas periode kepemimpinan, mulai dari tata ruang, pengelolaan air, sampai kerja sama dengan daerah penyangga di hulu,” kata seorang anggota DPRD dalam sesi evaluasi.

Info Praktis untuk Warga: Pantau Cuaca & Rute, Siapkan Rencana Cadangan

Buat Anak Jakarta yang mobilitasnya tinggi, apalagi commuters yang tiap hari melintasi titik-titik langganan banjir, ada beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan di tengah musim hujan ini:

  • Rutin cek prakiraan cuaca dan status siaga banjir melalui aplikasi resmi BMKG dan kanal informasi Pemprov DKI.
  • Sebelum berangkat, pantau kondisi jalan dan potensi genangan melalui aplikasi navigasi serta update di media sosial terpercaya.
  • Siapkan rute alternatif jika jalur utama yang biasa dilalui rawan tergenang.
  • Untuk yang tinggal di kawasan rawan, siapkan tas darurat berisi dokumen penting, obat-obatan, pakaian ganti, dan charger.
  • Pastikan instalasi listrik di rumah aman dan lebih tinggi dari potensi genangan.

Penilaian positif dari legislator DKI terhadap penanganan banjir Jakarta memang memberi sedikit napas lega, tapi kewaspadaan tetap wajib dijaga. Anak Jakarta dianjurkan tetap sigap memantau info resmi, menjaga lingkungan sekitar, dan segera melapor jika menemukan saluran tersumbat atau genangan yang berpotensi membesar.

Musim hujan masih panjang. Dengan kombinasi kebijakan yang tepat, infrastruktur yang diperkuat, dan partisipasi aktif warga, harapannya Jakarta bisa lebih tahan banting menghadapi banjir di musim-musim berikutnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan