Suasana hujan lebat saat cuaca ekstrem Jabodetabek 17–18 Januari 2026 di jalan protokol Jakarta dengan dominasi cahaya oranye
Suasana hujan lebat saat cuaca ekstrem Jabodetabek 17–18 Januari 2026 di jalan protokol Jakarta dengan dominasi cahaya oranye
0 0
Read Time:5 Minute, 21 Second

jkt.infoCuaca ekstrem Jabodetabek 17–18 Januari 2026 resmi diwaspadai BMKG dengan peringatan dini potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang bisa memicu banjir di sejumlah titik Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Warga diimbau waspada terutama pada jam-jam pulang kerja dan dini hari, saat intensitas hujan diprediksi paling tinggi.

Buat Sobat jkt.info yang tiap hari wara-wiri dari Sudirman sampai Serpong, dari Bekasi ke Jakarta Kota, info ini penting banget buat mengatur jadwal berangkat dan pulang, pilih moda transportasi, sampai siap-siap hadapi kemungkinan genangan di rute langganan macet.

Prediksi Cuaca Ekstrem 17–18 Januari 2026 di Jabodetabek

Berdasarkan rilis peringatan dini BMKG, periode 17–18 Januari 2026 masuk kategori waspada untuk wilayah Jabodetabek. Pola angin di sekitar Jakarta dan sekitarnya menunjukkan adanya konvergensi dan cukup kuatnya pasokan uap air dari laut, yang bikin pertumbuhan awan hujan terkonsentrasi di kawasan perkotaan dan penyangga.

Secara umum, BMKG memproyeksikan:

  • Pagi hari: Hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Bogor, Depok, dan Tangerang; Jakarta cenderung berawan dengan potensi gerimis lokal.
  • Siang–sore: Peningkatan intensitas hujan di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, dan Bogor. Potensi hujan lebat dan kilat di kawasan penyangga yang punya kontur lebih tinggi.
  • Malam–dini hari: Pergerakan awan hujan ke arah pesisir dan pusat kota, berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan sebagian Bekasi serta Tangerang.

Kombinasi hujan sore di kawasan hulu (Bogor dan sekitarnya) dan hujan malam di kawasan hilir (Jakarta) inilah yang bikin risiko banjir meningkat, khususnya di bantaran kali dan titik-titik cekungan yang biasa tergenang.

Baca Juga: Update Banjir Jakarta & Pantauan Ketinggian Air Hari Ini

Wilayah Rawan Banjir dan Genangan di Jakarta dan Sekitarnya

Anak Jakarta pasti sudah hafal beberapa titik langganan genangan. Peringatan BMKG untuk cuaca ekstrem kali ini memperkuat kekhawatiran soal banjir kiriman dan genangan lokal di beberapa ruas jalan utama.

Berikut gambaran wilayah yang perlu ekstra waspada:

  • Jakarta Pusat: Sekitar Gunung Sahari, Kemayoran, bawah flyover dan perlintasan kereta, serta kawasan dekat drainase besar yang sering tersumbat.
  • Jakarta Utara: Pesisir utara Jakarta, kawasan Pelabuhan, Sunter dan sekitarnya yang rawan tergenang jika hujan deras berbarengan dengan rob.
  • Jakarta Barat: Daan Mogot dan sekitarnya, beberapa titik di Cengkareng dan Kalideres, serta jalan-jalan lingkungan dekat perumahan padat.
  • Jakarta Selatan: Kawasan Mampang, Tendean, Pancoran, Kemang, dan low point lain yang sering banjir jika hujan deras lebih dari 1–2 jam.
  • Jakarta Timur: Daerah sekitar Kali Sunter dan Cakung, serta permukiman dekat bantaran sungai lain yang terhubung ke Bogor/Depok.
  • Bogor & Depok: Kawasan dekat hulu sungai yang mengarah ke Jakarta; jika hujan lebat berkepanjangan, potensi banjir kiriman meningkat dalam 6–12 jam setelah puncak hujan.
  • Tangerang & Bekasi: Ruas tol dan jalan arteri yang punya riwayat genangan, terutama yang dekat kali dan saluran penghubung besar.

BMKG mengingatkan bahwa kombinasi air hujan lokal + kiriman dari hulu + pasang air laut bisa bikin genangan bertahan lebih lama, terutama di wilayah hilir dan pesisir utara Jakarta.

BMKG menegaskan agar warga Jabodetabek waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada 17–18 Januari 2026, karena berpotensi menimbulkan genangan, banjir, hingga gangguan transportasi di sejumlah titik.

Dampak ke Transportasi: Commuters Perlu Rencana Cadangan

Buat commuters yang tiap hari menggantungkan hidup pada KRL, Transjakarta, MRT, LRT, dan ojek online, cuaca ekstrem ini bisa berarti satu: perjalanan yang lebih lama dan rute yang lebih ribet.

Beberapa potensi dampak yang perlu diantisipasi:

  • Jalan Raya: Genangan di jalur utama seperti Sudirman, Gatot Subroto, Daan Mogot, Kalimalang, dan sekitarnya bisa memperlambat arus lalu lintas, bahkan menutup beberapa lajur.
  • Angkutan Umum: Keterlambatan bus Transjakarta dan angkutan umum lain jika rute tergenang atau terjadi pengalihan arus mendadak.
  • Rel Kereta: Potensi gangguan di beberapa lintas KRL jika terjadi genangan di sekitar jalur rel atau stasiun rendah, meski operator biasanya menyiapkan pompa dan petugas ekstra.
  • Pengguna Motor: Risiko mesin mati saat menerobos genangan, terutama di underpass dan jalan-jalan yang nantinya jadi kolam mendadak.

Untuk mengurangi kemungkinan terjebak macet parah, sebaiknya:

  • Cek kondisi hujan dan potensi banjir sebelum berangkat dan sebelum pulang.
  • Siapkan plan B moda transportasi – misalnya, jika biasanya bawa mobil, siapkan opsi naik kereta atau Transjakarta jika tol diprediksi macet parah.
  • Hindari memaksakan diri menerobos genangan yang tidak terlihat kedalamannya.

Tips Waspada Cuaca Ekstrem buat Warga Jakarta

Cuaca ekstrem memang nggak bisa diatur, tapi persiapan kita bisa diperkuat. Berikut beberapa langkah praktis yang bisa Anak Jakarta lakukan jelang puncak cuaca ekstrem Jabodetabek 17–18 Januari 2026:

  • Bersihkan saluran air rumah: Pastikan talang, selokan depan rumah, dan jalur air ke got tidak tersumbat sampah. Ini kecil tapi efeknya besar buat mencegah air masuk rumah.
  • Amanin barang penting: Pindahkan dokumen, elektronik, dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi kalau rumah berada di daerah langganan banjir.
  • Siapkan tas darurat: Isi dengan obat-obatan, dokumen penting (fotokopi), charger, lampu senter, dan pakaian seperlunya kalau sewaktu-waktu harus mengungsi.
  • Cek info resmi: Pantau update dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah lewat kanal resmi atau media terpercaya.
  • Batasi aktivitas luar ruang saat puncak hujan: Terutama buat yang biasa olahraga outdoor atau nongkrong sampai larut. Cari jam yang lebih aman.
  • Jangan parkir di titik rawan: Hindari parkir di basement, pinggir kali, atau dekat saluran besar yang rawan meluap.

Informasi Terkait

Buat Sobat jkt.info yang tinggal di kawasan bantaran sungai atau dataran rendah, penting untuk mengenali pola banjir di lingkungan sendiri. Amati kapan biasanya air naik, berapa lama surut, dan arah aliran air di gang atau jalan depan rumah. Informasi ini bisa jadi dasar menyusun strategi kapan harus mulai evakuasi barang dan menghubungi tetangga untuk gotong royong.

Pemerintah daerah dan BPBD biasanya juga menyiapkan posko siaga banjir, armada perahu karet, hingga dapur umum di beberapa titik. Pastikan kamu tahu lokasi posko terdekat dari rumah atau kantor, sehingga saat kondisi memburuk, kamu tidak kebingungan mencari bantuan.

Bagi yang rutin lewat jalur yang rawan genangan, simpan beberapa rute alternatif di aplikasi navigasi favorit dan cek secara berkala kondisi lalu lintas. Beberapa titik seperti underpass seringkali tampak aman di peta, tapi di lapangan menjadi kolam dadakan saat hujan deras.

Baca Juga: Panduan Jalan Kaki & Transportasi Umum di Pusat Jakarta

Sebagai penutup, ingat bahwa peringatan dini BMKG bukan sekadar formalitas. Dengan cuaca yang makin tidak menentu, kesigapan warga kota jadi kunci untuk meminimalkan dampak banjir dan gangguan aktivitas harian. Warga Jakarta, siapkan jas hujan, power bank penuh, dan rencana cadangan perjalanan untuk 17–18 Januari 2026, dan tetap pantau update terbaru agar bisa melintas kota dengan lebih aman.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan