Suasana Waisak di Bundaran HI dengan lampu hias oranye dan warga Jakarta menikmati malam
Suasana Waisak di Bundaran HI dengan lampu hias oranye dan warga Jakarta menikmati malam
0 0
Read Time:5 Minute, 2 Second

jkt.infoWaisak di Bundaran HI tahun ini disambut meriah dengan instalasi lampu hias dan keramaian warga yang memenuhi area ikon Jakarta tersebut pada malam hari, menghadirkan nuansa perayaan yang hangat di tengah hiruk pikuk pusat kota.

Warga Jakarta yang melintas di kawasan MH Thamrin hingga Sudirman sejak menjelang malam dibuat berhenti sejenak untuk mengabadikan suasana Bundaran HI yang berubah jadi panggung cahaya. Perayaan Waisak ini bukan hanya dirayakan di vihara dan candi, tapi juga terasa di ruang publik yang jadi titik temu para commuters dan anak Jakarta setelah jam kantor.

Suasana Waisak di Jantung Kota Jakarta

Bundaran HI, yang biasanya dipenuhi mobil dan bus Transjakarta, malam ini tampil beda. Lampu-lampu dekoratif dengan nuansa oranye keemasan dan kuning hangat mengelilingi air mancur, berpadu dengan cahaya gedung-gedung tinggi di sekitar Thamrin. Beberapa elemen dekorasi bertema Waisak, seperti simbol lentera dan bunga teratai, menambah atmosfer damai di tengah padatnya kota.

Sejumlah keluarga, pasangan muda, sampai pekerja kantoran yang baru pulang terlihat menikmati suasana dengan berjalan kaki di trotoar dan jalur pejalan kaki di sekitar Bundaran HI. Banyak yang berhenti untuk memotret, membuat video pendek, hingga melakukan live di media sosial.

“Tiap tahun biasanya kami rayakan di vihara, tapi senang juga lihat Jakarta ikut menyambut Waisak begini. Lampu-lampunya bikin suasana lebih hangat, kota terasa lebih ramah,” ujar seorang warga Buddhis yang ditemui di sekitar Bundaran HI.

Di beberapa titik, petugas keamanan dan petugas Dinas Perhubungan tampak bersiaga untuk mengatur lalu lintas dan menjaga agar kerumunan warga tetap tertib, mengingat kawasan ini merupakan salah satu titik lalu lintas tersibuk di Jakarta.

Antusias Warga Jakarta Menyambut Waisak

Sobat jkt.info yang biasa melintas area ini pasti sudah kenal dengan tradisi musiman: kalau ada momen besar, Bundaran HI hampir selalu jadi spot utama. Momen Waisak kali ini tidak berbeda. Meski tidak ada arak-arakan besar seperti di kawasan candi, atmosfer perayaan tetap terasa kuat lewat visual dan kerumunan warga.

Banyak warga yang mengaku sengaja mampir setelah pulang kerja dari kawasan Sudirman, Kuningan, maupun Tanah Abang. Ada yang turun dari MRT di Stasiun Bundaran HI, lalu melanjutkan dengan berjalan kaki untuk menikmati pemandangan malam. Lampu dekoratif yang memantul di permukaan air mancur dan kaca gedung perkantoran menambah kesan fotogenik.

Beberapa komunitas foto dan konten kreator terlihat berkumpul dengan tripod dan kamera, memanfaatkan momen langka ini untuk berburu foto long exposure dan konten malam hari khas Jakarta. Anak-anak kecil berlarian di dekat area aman trotoar, sementara orang tua duduk di bangku-bangku yang tersedia sambil mengawasi.

“Jakarta kalau dikasih dekorasi tematik gini langsung kerasa beda. Tetap urban, tapi terasa lebih dekat dan humanis. Enak banget buat healing tipis-tipis habis lembur,” kata seorang pekerja swasta yang ditemui sedang memotret Bundaran HI.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam beberapa tahun terakhir memang semakin sering memanfaatkan ruang publik untuk menghadirkan nuansa perayaan hari-hari besar keagamaan. Tujuannya, selain sebagai bentuk toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman, juga untuk memberi ruang warga menikmati kota di luar rutinitas macet dan kerja.

Rekayasa Lalu Lintas & Akses Transportasi Publik

Untuk Warga Jakarta yang berencana melewati kawasan Bundaran HI pada malam perayaan, perlu mencermati potensi kepadatan lalu lintas. Meski tidak ada penutupan jalan besar-besaran, kepadatan kendaraan dan pejalan kaki biasanya meningkat, terutama di lajur sekitar air mancur dan akses ke pusat perbelanjaan di sekitar Thamrin.

Disarankan untuk memanfaatkan transportasi publik seperti MRT Jakarta, LRT Jabodebek (dengan transit ke moda lain), atau Transjakarta yang memiliki koridor melewati kawasan ini. Stasiun MRT Bundaran HI menjadi titik paling strategis untuk turun dan langsung menikmati suasana tanpa pusing cari parkir.

Bagi pengendara mobil dan motor, sebaiknya mengantisipasi tambahan waktu perjalanan dan memantau informasi real time dari layanan navigasi atau akun resmi Dinas Perhubungan DKI. Jika tidak ingin terjebak padatnya area Bundaran HI, pengalihan rute lewat kawasan Kebon Sirih, Tanah Abang, atau lewat jalur alternatif di belakang gedung-gedung perkantoran Thamrin bisa jadi opsi.

Baca Juga: Update Lalu Lintas Malam Hari di Jakarta Pusat

Spot Foto & Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Anak Jakarta yang ingin ikut merasakan suasana Waisak di Bundaran HI bisa memanfaatkan beberapa titik yang cukup nyaman untuk mengambil gambar dan menikmati vibe kota:

  • Trotoar sisi timur dan barat Bundaran HI: menghadap langsung ke air mancur, banyak sudut yang cocok untuk foto dengan latar gedung-gedung tinggi.
  • Skywalk dan akses pejalan kaki ke pusat perbelanjaan sekitar: sudut pandang sedikit lebih tinggi, ideal untuk foto cityscape dengan lampu hias dan lalu lintas.
  • Area dekat halte Transjakarta: menawarkan perspektif urban yang kuat dengan siluet bus, rel MRT di kejauhan, dan cahaya lampu jalan berwarna oranye.

Selain foto-foto, warga juga bisa sekadar duduk menikmati suasana, ngobrol ringan, atau jalan santai mengelilingi bundaran. Bagi yang merayakan Waisak, momen ini bisa jadi jeda reflektif singkat di tengah ritme kota yang cepat.

Perayaan di ruang publik seperti Bundaran HI mengingatkan bahwa Jakarta bukan hanya soal gedung dan kemacetan, tapi juga tentang kebersamaan, toleransi, dan kesempatan menikmati kota bersama.

Tips Aman Menikmati Waisak di Bundaran HI

Agar pengalaman menikmati Waisak di Bundaran HI makin nyaman dan aman, berikut beberapa tips praktis untuk Sobat jkt.info:

  • Datang lebih awal, sekitar selepas magrib, untuk menghindari titik terpadat menjelang malam.
  • Gunakan transportasi publik seperti MRT atau Transjakarta untuk mengurangi risiko terjebak macet dan kesulitan parkir.
  • Jaga barang bawaan seperti ponsel dan dompet mengingat area bisa cukup ramai.
  • Hormati pengguna jalan lain dan ikuti arahan petugas saat menyeberang atau saat mengambil gambar.
  • Hindari berdiri di badan jalan demi foto, utamakan keselamatan di atas konten.

Bagi yang ingin melanjutkan malam, kawasan sekitar Thamrin dan Sudirman punya banyak pilihan tempat makan dan nongkrong yang bisa diakses jalan kaki atau satu-dua halte Transjakarta saja. Kota tetap hidup meski jam kantor sudah selesai, dan perayaan Waisak kali ini menambah satu alasan lagi untuk betah berlama-lama di pusat Jakarta.

Baca Juga: Agenda Akhir Pekan di Sekitar Sudirman-Thamrin

Warga Jakarta, kalau malam ini kamu lewat Bundaran HI, sempatkan menengok sejenak lampu-lampu Waisak yang menghias jantung kota. Di tengah rutinitas yang padat, momen-momen seperti ini jadi pengingat bahwa Jakarta juga bisa terasa hangat, teduh, dan menenangkan, walau hanya beberapa menit di pinggir jalan protokol.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan